Muhammad Sallallahu alaihi wa sallam

Bani Israil berselisih, mereka merubah dan mengganti keyakinan dan syariatnya, sehingga dihilangkan kebenaran dan dimunculkan kebatilan. Kezaliman dan kerusakan tersebar. Maka umat membutuhkan agama untuk memunculkan kebenaran dan menghancurkan kebatilan serta menunjukkan manusia ke jalan yang lurus. Maka Allah mengutus Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa sallam sebagaimana firman-Nya:

وما أنزلنا عليك الكتاب إلا لتبين لهم الذي اختلفوا فيه وهدى ورحمة لقوم يؤمنون: سورة النحل: 64

“Dan Kami tidak menurunkan kepadamu Al-Kitab (Al Quran) ini, melainkan agar kamu dapat menjelaskan kepada mereka apa yang mereka perselisihkan itu dan menjadi petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman.” (SQ. An-Nahl: 64)

Allah mengutus semua Nabi dan Rasul untuk berdakwah untuk menyembah Allah saja, serta mengeluarkan manusia dari kegelapan menuju cahaya (Islam). Rasul yang pertama adalah Nabi Nuh alaihissalam, dan yang terakhir adalah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam. Allah Ta’ala berfirman:

ولقد بعثنا في كل أمة رسولاً أن اعبدوا الله واجتنبوا الطاغوت: سورة النحل: 36

“Dan sungguhnya Kami telah mengutus Rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): “Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu.” (SQ. An-Nahl: 36)

Nabi dan Rasul terakhir adalah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam, tidak ada Nabi setelahnya.

Allah berfirman: “Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi Dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi.” (SQ. Al-Ahzab: 40)

Dahulu setiap nabi diutus khusus kepada kaumnya, sementara Allah mengutus Rasul-Nya Muhammad sallallahu alaihi wa sallam kepada seluruh manusia. Sebagaimana Firman-Nya:

وما أرسلناك إلا كافة للناس بشيرا ًونذيراً ولكن أكثر الناس لا يعلمون: سورة سبأ: 28

“Dan Kami tidak mengutus kamu, melainkan kepada umat manusia seluruhnya sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahui.” (QS. Saba: 28)

Allah telah menurukan kepada Rasul-Nya Al-Qur’an, sebagai petunjuk manusia, meneluarkan dari kegelapan menuju cahaya (Islam) dengan izin Tuhannya.

Allah Ta’ala berfirman, “(ini adalah) kitab yang Kami turunkan kepadamu supaya kamu mengeluarkan manusia dari gelap gulita kepada cahaya terang benderang dengan izin Tuhan mereka, (yaitu) menuju jalan Tuhan yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji.” (QS. Ibrahim: 1).

Rasululah Muhammad bin Abdullah bin Abdul Muthalib Al-Hasyimi Al-Quraisy lahir di Mekkah tahun Gajah. Mereka datang untuk menghancurkan Ka’bah, maka Allah hancurkan mereka. Ayahnya meninggal ketika beliau di rahim ibunya.

Setelah lahir, Nabi disusui oleh Halimah As-Sa’diyah, kemudian beliau mengunjungi pamannya di Madinah bersama ibundanya Aminah binti Wahb. Di tengah perjalanan pulang, ibunya meninggal dunia di Abwa, saat beliau berumur 6 tahun. Kemudian beliau dirawat kakeknya hingga sang kakek meninggal dunia saat beliau berumur 8 tahun. Kemudian beliau dirawat sang paman; Abu Thalib, dia sangat memperhatikan dan memuliakan serta membelanya lebih dari 40 tahun. Abu Thalib meninggal dunia dalam keadaan belum beriman terhadap agama Nabi Muhammad, khawatir akan dimusuhi kaumnya Quraisy apabila dia meninggalkan  agama nenek moyangnya.

Dahulu Muhammad kecil menggembala kambing untuk penduduk Mekkah, kemudian pergi ke Syam untuk dagangan Khadijah binti Khuwailid dan perdagangannya beruntung. Akhirnya Khadijah tertarik dengan akhlak dan amanahnya, sehingga beliau menikahinya, saat itu usia beliau 25 tahun sementara (Khadijah) berusia 40 tahun. Beliau tidak menikah dengan wanita lain sampai Khadijah meninggal dunia.

Allah telah berikan pertumbuhkan Muhammad dengan sebaik-baik pertumbuhan dan dididik dengan sebaik-baik didikan. Dipelihara dan diajarkan sampai menjadi orang yang terbaik di antara kaumnya dari sisi penampilan dan akhlak, menjadi orang yang paling dapat menjaga diri, sangat kasih sayang, paling jujur perkataan, paling kuat menjaga amanahnya, sehingga kaumnya menjuluki Al-Amin (terpercaya).

Kemudian beliau senang khalwat (menyendiri). Beliau menyendiri di gua Hira beberapa malam dan hari beribadah dan berdoa kepada Tuhannya. Beliau sangat membenci patung, minuman keras dan keburukan, tidak pernah selama hidup beliau menyentuhnya sedikitpun.

Ketika Muhammad sallallahu alaihi wa sallam berumur 35 tahun, beliau ikut serta bersama Quraisy membangun Ka’bah yang rusak karena banjir. Ketika mereka berselisih dalam meletakkan Hajar Aswad, beliau memutuskan perkaranya. Beliau meminta selendang dan hajar aswad diletakkan di dalamnya, sementara para pemimpin kabilah diminta untuk memegang ujung kain dan semua mengangkatnya kemudian Muhammad menaruh di tempatnya dan dibangun di atasnya. Semuanya menerima dan selesailah pertikaian.

Dahulu, masyarakat jahiliyah masih memiliki sifat terpuji seperti dermawan, memenuhi janji dan berani. Di antara mereka masih ada yang meyakini sisa-sisa ajaran Nabi Ibrahim seperti mengagungkan Baitullah, thawaf, haji, umroh dan menghadiahkan onta. Disamping ini, mereka juga mempunyai sifat tercela. Seperti zina, meminum khomr, memakan riba, membunuh anak wanita, kedholiman dan menyembah berhala.

Orang yang pertama kali merubah agama Ibrahim dan mengajak beribadah kepada patung adalah Amr bin Luhay Al-Khuza’i. Dia memasukkan patung ke Mekkah dan selain Mekkah. Kemudian mengajak orang untuk beribadah kepadanya. Di antara patung tersebut ada yang bernama Wadda, Suwaa, Yaguts, Yauq dan Nasra. Kemudian orang arab membuat patung lain, di antaranya patung Manaat di Qodid, Latta di Toif, Uzza di Wadi Nakhlah, Hubal di dalam Ka’bah. Ada patung-patung sekitar Ka’bah, ada patung-patung di rumah mereka. Masyarakat mengambil hukum kepada dukun, tukang ramal dan tukang sihir.

Ketika syirik dan kerusakan menyebar dengan kondisi seperti ini, maka Allah mengutus Muhammad sallallahu’alaihi wa sallam sementara beliau berumur 40 tahun. Mengajak orang untuk beribadah kepada Allah saja, dan meninggalkan ibadah kepada patung. Orang Quraisy mengingkarinya sambil mengatakan:

أجعل الآلهة ألهاً واحداً إن هذا لشيء عجاب: سورة ص: 5

“Mengapa ia menjadikan tuhan-tuhan itu Tuhan yang satu saja? Sesungguhnya ini benar-benar suatu hal yang sangat mengherankan.” (QS. Shad: 5)

Patung-patung tersebut senantiasa disembah selain Allah sampai Allah mengutus utusan-Nya Muhammad sallallahu’alaihi wa sallam dengan tauhid, maka para shahabat radhiallahu anhum menghancurkan dan memusnahkannya hingga menang kebenaran dan hancur kebatilan.

وقل جاء الحق وزهق الباطل إن الباطل كان زهوقاً: سورة الإسراء: 81

“Dan Katakanlah: “Yang benar telah datang dan yang batil telah lenyap”. Sesungguhnya yang batil itu adalah sesuatu yang pasti lenyap. SQ. AL-Isro’: 81

Wahyu pertama kali yang diturunkan kepada Nabi Muhammad sallallahu’alaihi wa sallam di gua Hiro’ dengan beribadah di dalamnya. Dimana Jibril datang dan memerintahkan untuk membaca. Rasulullah mengatakan,”Saya tidak bisa membaca. Beliau ulang-ulangi sampai tiga kali. Dikatakan kepada beliau:

اقرأ باسم ربك الذي خلق ، خلق الإنسان من علق ، اقرأ وربك الأكرم: سورة العلق: 1-2-3

“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha pemurah.” (QS. Al-Alaq: 1-3

Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam pulang, hatinya bergetar. Kemudian beliau masuki (ke rumah) menemui Khadijah dan memberitahukannya sambil berkata, “Saya takut pada diriku.” Maka (Khadijah) menenangkannya sambil berkata, “Demi Allah, Allah tidak akan menghinakanmu selamanya, sesungguhnya anda menyambung silaturrohim, membantu orang kekurangan, memuliakan tamu, membantu orang yang tidak punya, dan membantu di jalan-jalan kebenaran.”

Kemudian membawanya menemui anak pamannya; Waroqoh bin Naufal. Dia memeluk  Kristen. Ketika diberitahu kabar tersebut, dia berkata kepadanya, “Itu adalah Malaikat yang Allah turunkan kepada Musa.’ Dia memberi wasiat agar bersabar ketika kaumnya menyakiti dan mengusirnya.

Kemudian wahyu terputus beberapa waktu, sehingga Rasulullah sallahu alaihi wa sallam bersedih. Suatu hari ketika sedang berjalan, beliau melihat Malaikat sekali lagi di antara langit dan bumi, maka beliau kembali pulang ke rumahnya dan berselimut. Lalu Allah turunkan kepada beliau :

يا أيها المدثر ، قم فأنذر: سورة المدثر: 1-2

“Hai orang yang berkemul (berselimut), bangunlah, lalu berilah peringatan!.” (SQ. Al-Mudatsir: 1-2)

Kemudian wahyu turun secara berturut-turut kepada Rasulullah sallallahu’alaihi wa sallam.

Nabi sallallahu alaihi wa sallam tinggal di Mekkah 13 tahun, mengajak untuk beribadah kepada Allah saja baik secara sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan. Allah memerintahkan menyuarakn kebenaran. Maka beliau berdakwah dengan pelan dan lembut tanpa peperangan. Lalu beliau memberi peringatan kepada kerabat terdekat, kemudian memberi peringatan kepada kaumnya, orang disekitarnya, seluruh bangsa arab dan memberi peringatan kepada seluruh alam. Kemudian Allah subhanahu berfirman:

فاصدع بما تؤمر وأعرض عن المشركين: سورة الحجر: 94

“Maka sampaikanlah olehmu secara terang-terangan segala apa yang diperintahkan (kepadamu) dan berpalinglah dari orang-orang yang musyrik.” (QS. Al-Hijr: 94)

Buah dari dakwahnya, beriman sebagian kecil dari kalangan orang kaya, pemuka, kaum lemah, fakir dan hamba sahaya baik lelaki maupun perempuan. Semuanya disiksa karena agamanya. Sebagian disiksa dan sebagian lagi dibunuh. Sebagian di antara mereka hijrah ke Habasyah untuk menghindari dari siksaan Quraisy. Ada yang bersama Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam, walau disiksa tapi bersabar sampai Allah menangkan agama-Nya.

Ketika Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam berusia 50 tahun, setelah 10 tahun dari kenabiaannya, paman beliau; Abu Thalib yang selama ini melindunginya dari permusuhan Quraisy, meninggal dunia. Kemudian setelah itu, istrinya Khadijah yang selalu menghiburnya, meninggal dunia juga. Sehingga kaumnya semakin keras permusuhannya, semakin berani dan menyiksa dengan berbagai macam siksaan. Namun beliau bersabar dan mengharap pahala sallallahu alaihi wa sallam.

Ketika cobaan semakin keras dan Quraisy semakin berani, maka beliau keluar ke Thaif mengajak penduduknya menuju Islam. Akan tetapi tidak ada jawaban, bahkan mereka menyakiti dan melemparinya dengan bebatuan hingga kakinya berdarah. Maka beliau kembali pulang ke Mekkah dan terus menerus mengajak manusia masuk Islam, baik saat musim haji dan selain itu.

Kemudian Allah meng Isra’ kan Rasulullah malam hari dari Masjidil Haram menuju ke Masjidil Aqsha dengan mengendarai Buraq dan ditemani oleh Jibril. kemudian beliau turun dan shalat bersama para nabi. Kemudian dimi’rojkan ke langit dunia. Dalam peristiwa itu beliau melihat Adam, ruh kebahagiaan sebelah kanannya dan ruh kesengsaraan sebelah kirinya. Kemudian beliau dinaikkan ke langit kedua, beliau melihat Isa, Yahya. Kemudian ke langit ketiga, beliau melihat Yusuf. Ke langit keempat, beliau melihat Idris. Ke langit kelima beliau melihat Harun. Ke langit keenam, beliau melihat Musa. Kemudian ke langit ketujuh beliau melihat Ibrahim. Kemudian diangkat ke Sidrotul Muntaha dan diajak berbicara dengan Tuhannya dan dimuliakan. Kemudian diwajibkan atas beliau dan umatnya 50 shalat sehari semalam. Kemudian diberi keringanan menjadi lima kali dalam pelaksanaan, tapi limapuluh dalam pahala. Akhirnya ditetapkan shalat lima kali sehari semalam sebagai kemuliaan bagi beliau dan umat Muhammad sallallahu alaihis salam. Kemudian beliau pulang ke Mekkah sebelum subuh dan beliau menceritakan apa yang terjadi, maka orang-orang mukmin mempercayai sementara orang kafir mendustakannya.

سبحان الذي أسرى بعبده ليلا من المسجد الحرام إلى المسجد الأقصى الذي باركنا حوله لنريه من آياتنا إنه هو السميع البصير: سورة الإسراء: 1

“Maha suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya[847] agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha mendengar lagi Maha mengetahui.” (QS. Al-Isra: 1)

Kemudian Allah siapkan bagi Rasul-Nya sallallahu alaihi wa sallam orang yang menolongnya. Maka beliau waktu musim haji bertemu dengan sekelompok orang dari Madinah dari Khozroj. Mereka masuk Islam dan kembali  ke Madinah. Mereka menyebarkan Islam di sana. Pada tahun berikutnya, mereka menjadi tiga belas, mereka bertemu dengan Rasulullah sallallahu’alaihi wa sallam. Ketika mereka pulang, Rasulullah mengutus bersama mereka Mus’ab bin Umair untuk membacakan Al-Qur’an. Serta mengajarkan Islam. Banyak orang masuk Islam lewat tangan beliau diantara mereka pemuka Aus Sa’ad bin Muadz dan Usaid bin Hudzair.

Pada tahun depan waktu musim haji, mereka keluar lebih dari tujuh puluh lelaki dari Aus dan Khazraj. Mereka mengundang Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam ke Madinah setelah diasingkan dan disiksa penduduk Mekkah. Maka mereka menyatakan janji dengan Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam pada salah satu malam tasyriq di Aqobah. Ketika lewat sepertiga malam, mereka keluar pada janjinya dan bertemu dengan Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam. Bersama beliau, pamanya Abbas padahal dia belum beriman, dia hanya ingin hadir dalam urusan anak saudaranya. Maka Abbas, Rasulullah dan kaum berbicara dengan pembicaraan yang bagus. Kemudian Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam membait mereka untuk hijrah ke Madinah agar mereka menjaga, menolong dan melindunginya, maka mereka mendapatkan surga. Maka mereka berbai’at satu persatu. Kemudian mereka kembali dan orang Quraisy yang mengetahui kejadian itu mencarinya. Akan tetapi Allah selamatkan mereka. Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam tetap tinggal di Mekkah hingga,

ولينصرن الله من ينصره إن الله لقوي عزيز: سورة الحج: 40

“Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha kuat lagi Maha perkasa.” (QS. Al-Hajj: 40)

Kemudian Rasulullah memerintahkan para shahabat untuk hijrah ke Madina. Maka berhijrah secara berturut-turut kecuali orang yang ditahan oleh orang-orang Musyrik. Sehingga di Mekkah tidak ada umat Islam kecuali Rasulullah, Abu Bakar dan Ali. Ketika orang musyrik merasa shabat Rasulullah hijrah ke Madinah, mereka ketakutan Nabi akan menyusulnya. Sehingga urusannya semakin pelik, maka mereka membuat makar untuk membunuhnya, dan Jibril telah memberitahukan kepada Rasulullah akan hal itu. Maka Rasulullah memerintahkan Ali agar tidak di tempat ranjang beliau dan mengembalikan titipan yang dititipkan Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam kepada pemiliknya. Orang-orang musyrik bermalam di pintu rumah Rasulullah untuk membunuhnya ketika keluar. Maka beliau keluar di antara mereka dan pergi ke rumah Abu Bakar setelah Allah selamatkan dari makar mereka dan Allah turunkan ayat:

وإذ يمكر بك الذين كفروا ليثبتوك أو يقتلوك أو يخرجوك ويمكرون ويمكر الله والله خير الماكرين:  سورة الأنفال: 30

“Dan (ingatlah), ketika orang-orang kafir (Quraisy) memikirkan daya upaya terhadapmu untuk menangkap dan memenjarakanmu atau membunuhmu, atau mengusirmu. mereka memikirkan tipu daya dan Allah menggagalkan tipu daya itu. dan Allah Sebaik-baik pembalas tipu daya.” (QS. Al-Anfal: 30)

Kemudian Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam berazam hijrah ke Madinah. Kemudian beliau dan Abu Bakar keluar menuju gua Tsur. Menginap 3 malam, dan menyewa Abdullah bin Ubi Uraiqid yang masih musyrik sebagai penunjuk jalan. Kedua kendaraannya diserahkan kepadanya. Orang Quraisy panic, lalu memulai pencarian di setiap tempat. Akan tetapi Allah menjaga Rasul-Nya. Ketika pencarian sudah reda dan kaum Qurasy sudah putus asa ari keduanya, maka mereka berangkat ke Madinah..

Kaum kafir Quraisy membuat sayembara bagi orang yang dapat mendatangkan keduanya atau salah satunya, mendapatkan hadiah 2000 onta. Maka orang-orang semangat mencari jalan menuju ke Madinah. Suraqah bin Malik waktu itu masih musyrik mengetahui keduanya. Dia mengingikan keduanya, maka Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam mendoakan keburukan kepadannya. Maka kaki kudanya terjungkal di tanah, sehingga dia menyadari bahwa Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam dilindungi. Maka dia meminta kepada Rasulullah agar di doakan  kebaikan dan tidak akan mencelakainya. Maka Rasulullah sallahu alaihi wa sallam mendoakan kebaikan kepadanya. Dan Suraqah pulang, dan menyuruh orang-orang kembali kemudian dia masuk Islam setelah penaklukan Mekkah.

Ketika Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam sampai di Madinah, umat Islam bertakbir gembira akan kedatangannya dan para lelaki dan wanita  serta anak-anak menyambutnya penuh kegembiraan dan suka cita. Maka beliau singgah di Quba, lalu bersama kaum muslimin, beliau membangun masjid Quba. Beliau tinggal beberapa hari, kemudian berangkat pada hari Jumat. Lalu beliau Shalat Jumat di Bani Salim bin Auf. Kemudian beliau naik ontanya dan memasuki Madinah. Orang-orang mengelilinginya. Sambil memegang pelana ontanya agar turun di rumahnya. Maka Rasulullah sallallahu alahi wa sallam mengatakan kepadanya, “Biarkan, karena ia diperintah.” Maka ontanya berjalan dan duduk di tempat masjid sekarang.”

Allah sediakan untuk Rasul-Nya turun di kerabatnya (pamannya) dekat dengan masjid, maka beliau tinggal di rumah Abu Ayyub Al-Anshari. Kemudian Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam mengutus utusannya agar mendatangkan keluarganya dan keluarga Abu Bakar dari Mekkah. Maka mereka semuanya datang ke Madinah.

Kemudian Nabi sallallahu alaihi wa sallam dan para shahabat mulai membangun Masjid di tempat ontanya ditambatkan. Awalnya kiblatnya ke arah Baitul Maqdis. Tiangnya dari pohon kurma, ataapnya dari elepah kurma. Kemudian kiblatnya dirubah ke Mekkah setelah sekian belas bulan semenjak datang di Madinah.

Kemudian Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam mempersaudarakan antara Muhajirin dan Anshar dan Rasulullah meninggalkan orang Yahudi dan menulis antara beliau dan mereka perjanjian perdamaian dan pembelaan untuk Madinah. Pendeta Yahudi Abdullah bin Salam masuk Islam, sementara kebanyakan orang Yahudi tetap dalam kekafiran. Pada tahun itu Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam menikah dengan Aisyah radhiallahu anha.

Pada tahun 2 Hijriyah, disyariatkan azan, arah kiblat dirubah menuju ke Ka’bah, dan diwajibkan puasa Ramadan.

Ketika Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam menetap di Madinah, Allah kuatkan dengan memberi kemenangan. Kaum Muhajirin dan Anshar di sekitar Nabi, mereka bersatu. Ketika itulah orang-orang Musyrik, Yahudi dan Munafiq bersatu untuk  menyakitinya dan menantangnya berperangan. Awalnya Allah perintahkan bersabar, memaafkan dan mengampuninya. Namun, ketika kezaliman mereka semakin parah dan kejahatan semakin keras. Allah izinkan umat islam berperang. Maka Allah turunkan firman-Nya:

أذن للذين يُقاتِلون بأنهم ظُلموا وإنَّ الله على نصرهم لقدير: سورة الحج: 39

“Telah diizinkan (berperang) bagi orang-orang yang diperangi, karena Sesungguhnya mereka telah dianiaya. dan Sesungguhnya Allah, benar-benar Maha Kuasa menolong mereka itu.” (QS. Al-Hajj: 39)

Kemudian Allah mewajibkan kepada umat Islam memerangi orang yang memeranginya, maka Allah berfirman:

و قاتلوا في سبيل الّله الذين يقاتلونكم ولا تعتدوا إن الّله لا يحب المعتدين: سورة البقرة: 190

“Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, (tetapi) janganlah kamu melampaui batas, karena Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.” (QS. Al-Baqarah: 190)

Kemudian Allah mewajibkan perang terhadap orang-orang Musyrik semuanya. Allah berfirman:

وقاتلوا المشركين كافة كما يقاتلونكم كافة  (سورة التوبة: 36)

“Dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana merekapun memerangi kamu semuanya.” (QS. At-Taubah: 36)

Maka Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam dan para shahabat berdakwah kepada Allah dan berjihad di jalan Allah. Menghalau tipu daya musuh, menolak kezaliman terhadap orang yang berbuat zalim dan Allah kuatkan dengan kemenangan-Nya. Sampai semua agama hanya milik Allah. Maka beliau memerangi orang musyrik di Badar tahun kedua hijriyah di bulan Ramadan. Dan Allah menangkan terhadap mereka dan memecah belah perkumpulannya.

Pada tahun ketiga hijriiyah, orang Yahudi Bani Qainuqa berkhianat, mereka membunuh salah seorang kaum muslim, maka Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam mengusirnya dari Madinah ke Syam. Kemudian kaum Quraisy balas dengan memeranginya dalam perang  Badar. Lalu perang berkecamuk lagi di Uhud Syawal pada tahun ketiga. Hingga terjadi pertempuran dan pasukan pemanah menyalahi perintahh Rasul. Sehingga kemenangan belum sempurna untuk umat Islam. Sementara orang-orang musyrik kembali ke Mekah tanpa dapat masuk ke Madinah.

Kemudian Yaduni Bani Nadir berkhianat, mereka ingin membunuh Rasulullah sallallahu’alaihi wa sallam dengan menimpakan batu dari atas, akan tetapi Allah selamatkan. Kemudian mereka dikepung pada tahun empat dan diusir ke Khoibar.

Pada tahun kelima, Rasullah sallallahu’alaihi wa sallam memerangi Bani Mustolik untuk menahan permusuhannya. Maka beliau mendapatkan kemenangan atas mereka dan mendapatkan gonimah harta dan tawanan. Kemudian para pemimpin Yahudi bersegera membuat koalisi terhadap umat Islam untuk menghabisi Islam di dalam rumahnya. Maka orang-orang Musyrik, Ahbas, Gotofan Yahudi berkumpul di sekitar Madinah. Akan tetapi Allah gagalkan makar mereka dan Allah memberi kemenangan kepada Rasul-Nya dan orang-orang mukmin.

ورد الله الذين كفروا بغيظهم لم ينالوا خيراً وكفى الله المؤمنين القتال وكان الله قوياً عزيزاً (سورة الأحزاب: 25)

“Dan Allah menghalau orang-orang yang kafir itu yang Keadaan mereka penuh kejengkelan, (lagi) mereka tidak memperoleh Keuntungan apapun. dan Allah menghindarkan orang-orang mukmin dari peperangan.  dan adalah Allah Maha kuat lagi Maha Perkasa.” (QS. Al-Ahzab: 25)

Kemudian Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam menggepung Yahudi Bani Quraizah karena pengkhianatan dan menyalahi perjanjian, lalu Allah memberikan kemenangan atas mereka dengan membunuh para lelaki dan menawan wanita, mengambil hartanya sebagai ghanimah.

Pada tahun keenam, Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam berkeinginan kuat untuk mengunjungi Baitullah dan thawaf, akan tetapi orang-orang musyrik menghalanginya. Maka diadakan genjatan senjata di Hudaibiyah untuk menghentikan peperangan selama sepuluh tahun, masyarakat diberikan keamanan dan mereka dibiarkan memilih bersekutu dengan siapa yang mereka kehendaki. Maka orang-orang masuk ke agama Allah secara berbondong-bondong.

Pada tahun ketujuh, Rasulullah sallallahu  alaihi wa sallam menyerang Khaibar untuk menghabisi para pemimpn Yahudi yang telah menyakiti umat Islam. Maka mereka dikepung dan Allah memberikan kemenangan atas mereka, mengambil ghanimah harta dan tanahnya serta menulis para pemilik tanah dan diajak masuk Islam.

Pada tahun kedelapan, Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam mengirim tentara dengan komandan Zaid bin Haritsah untuk memberi pelajaran kepada orang yang melampaui batas, akan tetapi Romawi mengumpulkan tentara yang sangat besar. Sehingga mereka mampu membunuh para pemimpin umat Islam dan Allah selamatkan sisa umat Islam dari keburukan mereka.

Kemudian orang-orang Kafir Mekkah mengkhianati perjanjian, maka Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam mendatangi mereka dengan tentara yang besar, dan akhirnya Mekkah di taklukkan, sehingga Mekkah dibersihkan dari patung serta kekuasaan orang kafir.

Kemudian terjadi perang Hunain terjadi pada bulan Syawal tahun kedelapan untuk menghadapi permusuhan suku Tsaqif dan Hawazin. Allah kalahkan mereka, sehingga umat Islam dapat ghanimah berlimpah ruah. Kemudian Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam melanjutkan perjalanan ke Thaif dan mengepungnya. Akan tetapi Allah belum mengizinkan untuk dapat ditaklukan. Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam mendoakan untuk mereka dan kembali pulang. Mereka akhirnya masuk Islam setelah itu. Kemudian beliau pulang dan membagikan ghanimah. Kemudian beliau bersama para shahabat melakukan umrah kembali dan kemudian pulang ke Madinah.

Pada tahun kesembilan terjadi perang Tabuk dalam kondisi yang sulit dan panas menyengat. Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam berjalan ke Tabuk untuk menahan makar Romawi, lalu membuat basecamp militer di sana, namun tidak mendapatkan perlawanan mereka. Lalu beliau mengadakan perjanjian dengan sebagian kabilah dan mendapatkan gonimah. Kemudian beliau pulang ke Madinah. Ini adalah peperangan terakhir yang diikuti Rasulullah sallallahua’alahi wa sallam.

Pada tahun yang sama para utusan kabilah banyak yang datang ingin masuk Islam. Di antaranya utusan Tamim, utusan Tha’i, utusan Abdul Qais, utusan Bani Hanifah. Semuan ya masuk Islam. Kemudian Rasulullah sallallahua alaihi wa sallam memerintahkan Abu Bakar untuk melaksanakan haji bersama orang-orang pada tahun itu, Ali radhiallahu anhu diutus bersamanya. Mereka diperintahkan membacakan di hadapan manusia surat Baro’ah, untuk berlepas diri dari orang-orang musyrik dan diperintahkan menyeruh kepada orang-orang. Maka Ali mengatakan pada hari qurban:

يا أيها الناس لا يدخل الجنة كافر ، و لا يحج بعد العام مشرك ، ولا يطوف بالبيت عريان ، ومن كان له عند رسول الله عهد فهو إلى مدته

“Wahai manusia, orang kafir tidak akan masuk surge. Orang musyrik tidak boleh haji setelah tahun ini. Mereka tidak boleh thawaf dalam keadaan telanjang. Siapa yang mempunyai perjanjian dengan Rasulullah, maka dia diselesaikan sampai masanya.”

Pada tahun kesepuluh, Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam berkeinginan kuat untuk melakukan haji. Maka beliau mengundang orang-orang untuk melaksanakan haji bersamanya dari Madinah. Begitu juga ada dari yang lainnya orang banyak. Beliau berihram dari Dzulhulaifah, dan sampai di Mekkah Dzulhijjah. Beliau thawaf, sa’i dan mengajarkan orang-orang cara manasik. Beliau khutbah di Arofah dengan khutbah nan agung dan menyeluruh dan menetapkan hukum-hukum Islam yang adil, beliau bersabda:

أيها الناس اسمعوا قولي , فإني لا أدري لعلي لا ألقاكم بعد عامي هذا , أيها الناس إن دماءكم , وأموالكم , وأعراضكم حرام عليكم , كحرمة يومكم هذا , في شهركم هذا , في بلدكم هذا , ألا كل شيء من أمر الجاهلية تحت قدمي موضوع , ودماء الجاهلية موضوعة , وإن أول دم أضع من دمائنا دم ابن ربيعة بن الحارث , كان مسترضعاً في بني سعد , فقتلته هذيل . وربا الجاهلية موضوع , وأول ربا أضع ربا عباس بن عبد المطلب , فإنه موضوع كله , فاتقوا الله في النساء , فإنكم أخذتموهن بأمان الله , واستحللتم فروجهن بكلمة الله , ولكم عليهن أن لا يوطئن فرشكم أحداً تكرهونه , فإن فعلن فاضربوهن ضرباً غير مبرح , ولهن عليكم رزقهن و كسوتهن بالمعروف , وقد تركت فيكم ما لن تضلوا بعده إن اعتصمتم به كتاب الله , وأنتم تسألون عني فما أنتم قائلون , قالوا نشهد أنك قد بلَّغت , وأديت , ونصحت فقال بإصبعه السبابة يرفعها إلى السماء وينكتها إلى الناس اللهم اشهد , اللهم اشهد ثلاث مرات

“Wahai manusia, dengarkan perkataanku, sesungguhnya aku tidak tahu, kemungkinan aku tidak bertemu dengan kalian semua setelah tahun ini. Wahai manusia, sesungguhnya darah kalian, harta kalian dan kehormatan kalian semua adalah haram atas diri kalian (tidak boleh diganggu dan dizalimi), sebagaimana diharamkannya (berbuat kemungkaran) di hari ini,  bulan ini dan negeri ini. Ketahuilah bahwa segala sesuatu dari urusan jahiliyah diletakkan di bawah kakiku digugurkan. Darah jahiliyah dihilangkan. Darah pertama kali di antara darah-darah kami yang saya hilangkan adalah darah Ibnu Robi’ah dahulu menyusui di Bani Sa’ad dan dibunuh Hudzail. Riba jahiliyah dihilangkan. Riba pertama kali yang saya hilangkan adalah riba Abbas bin Abdul MuThalib, semuanya dihilangkan. Maka bertakwalah terhadap para wanita. Karena kamu semua mengambilnya dengan amanah Allah dan dihalalkan kemaluannya dengan kalimat Allah. Hak kalian (para suami) yang menjadi kewajiban mereka adalah jangan mengizinkan seorang pun masuk yang kamu tidak sukai. Kalau dia melakukan, maka pukullah dengan pukulan yang tidak menyakitkan. Dan hak para para isteri yang menjadi kewajiban kalian adalah memberi rizki dan pakaian secara ma’ruf (baik). Sungguh aku telah tinggalkan bagi kamu semua, jikalau kalian semua berpegang teguh, tidak akan tersesat setelahnya itu adalah Kitabullah. Sungguh kalian telah menanyakan kepada diriku, apa yang akan kamu katakan. Mereka mengatakan, “Kami bersaksi, bahwa anda telah menyampaikan, menunaikan dan telah memberikan nasehat. Maka beliau bersabda dengan jari telunjuk mengangkat ke langit dan mengarahkan kepada manusia, Ya Allah saksikanlah, Ya Allah saksikanlah sampai tiga kali.”

Ketika Allah telah sempurnakan agama ini, telah tetap pokok-pokoknya, maka Allah turunkan kepadanya di Arofah ayat:

اليوم أكملت لكم دينكم وأتممت عليكم نعمتي ورضيت لكم الإسلام ديناً (سورة المائدة: 3)

“Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu Jadi agama bagimu.” (QS. Al-Maidah: 3)

Dinamakan haji ini adalah haji wada karena Rasulullah sallallahu’alaihi wa sallam berpisah dengan orang-orang dan tidak berhaji setelahnya. Kemudian Rasulullah sallallahu’alaihi wa sallam pulang ke Madinah setelah selesai menunaikan hajinya.

Pada tahun kesebelas pada bulan Shafar, Rasulullah sallallahu’alaihi wa sallam mulai sakit, ketika sakitnya semakin parah. Beliau memerintahkan Abu Bakar radhiallahu’anhu untuk shalat menjadi imam. Pada bulan Rabiul Awwal, sakitnya semakin parah dan Rasululah sallallahu’alaihi wa sallam dicabut nyawanya pada waktu Dhuha, hari senin tanggal 12 Rabiul Awwal tahun sebelas hijriyah. Umat Islam sangat bersedih sekali. Kemudian beliau dimandikan lalu dishalati kaum muslimin pada hari selasa malam rabu. Lalu dikuburkan di rumah Aisyah. Rasulullah telah meninggal dunia, tapi agama tetap ada sampai hari kiamat.

Umat Islam memilih pendamping Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam saat di gua dan pendamping waktu hijrah, yaitu Abu Bakar radhiallahu’anhu, sebagai Kholifah. Kemudian yang memegang Khilafah setelahnya adalah Umar, Utsman dan Ali. Mereka adalah khulafaur rasyidun yang mendapatkan petunjuk radhiallahu anhum ajma’in.

Allah telah memberi kenikmatan kepada Rasul-Nya Muhammad dengan kenikmatan nan agung, dan diberi wasiat dengan akhlak yang mulia sebagaimana firman-Nya:

ألم يجدك يتيماً فآوى ، ووجدك ضالاً فهدى ، ووجدك عائلاً فأغنى ، فأما اليتيم فلا تقهر ، وأما السائل فلا تنهر ، وأما بنعمة ربك فحدث (سورة الضحى: 6-11)

“Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu Dia melindungimu? dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang bingung[1583], lalu Dia memberikan petunjuk. dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang kekurangan, lalu Dia memberikan kecukupan. sebab itu, terhadap anak yatim janganlah kamu Berlaku sewenang-wenang. dan terhadap orang yang minta-minta, janganlah kamu menghardiknya. dan terhadap nikmat Tuhanmu, Maka hendaklah kamu siarkan.” (QS. Adh-Dhuha: 6-11)

Allah telah memulyakan Rasul-Nya dengan akhlak yang mulia, tidak ada seorangpun yang terkumpul akhlak mulian ini sampai Allah menyanjungnya dalam firman-Nya:

وإنك لعلى خلق عظيم (سورة القلم: 4)

“Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung.” (QS. Al-Qolam: 4)

Dengan akhlak mulia dan sifat terpuji ini, beliau sallallahu’alihi wa sallam dapat mengumpulkan jiwa-jiwa dan menyatukan hati dengan izin Tuhannya.

فبما رحمة من الله لنت لهم ولو كنت فظاً غليظ القلب لانفضوا من حولك فاعف عنهم واستغفر لهم وشاورهم في الأمر فإذا عزمت فتوكل على الله إن الله يحب المتوكلين (سورة آل عمران: 159)

“Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu Berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. karena itu ma’afkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, Maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.” (QS. Ali Imran: 159)

Allah telah mengutus Rasul-Nya Muhammad sallallahu’alaihi wa sallam ke seluruh manusia. Diturunkan kepadanya Al-Qur’an dan diperintahkan untuk berdakwah kepada Allah sebagaimana Firman Subhanahu:

يا أيها النبي إنا أرسلناك شاهداً ومبشراً ونذيراً وداعياً إلى الله بإذنه وسراجاً منيراً (سورة الأحزاب: 46)

“Hai Nabi, Sesungguhnya Kami mengutusmu untuk Jadi saksi, dan pembawa kabar gemgira dan pemberi peringatan, dan untuk Jadi penyeru kepada agama Allah dengan izin-Nya dan untuk Jadi cahaya yang menerangi.” (QS. Al-Ahzab: 45-46)

Allah telah memberikan keutamaan kepada Rasul-Nya Muhammad atas nabi-nabi lainnya dengan enam keutamaan sebagaimana yang disabdakan oleh Rasulullah sallallahu’alaih wa sallam:

فضلت على الأنبياء بست , أعطيت جوامع الكلم , ونصرت بالرعب , وأحلت لي الغنائم , وجعلت لي الأرض طهوراً و مسجداً , وأرسلت إلى الناس كافة , وختم بي النبيون (رواه مسلم، رقم 523)

“Saya dilebihkan atas para nabi lainnya dengan enam hal, saya diberi perkataan ringkas dan padat, dimenangkan dengan ketakutan (musuh), dihalalkan bagiku gonimah, dijadikan untukku tanah untuk bersuci dan masjid, saya diutus untuk seluruh manusia dan para nabi diakhirkan untukku.” HR. Muslim, 523.

Maka seluruh manusia diharuskan beriman kepadanya dan mengikuti syareatnya agar dapat masuk surga Tuhannya.

ومن يطع الله و رسوله يدخله جنات تجري من تحتها الأنهار خالدين فيها وذلك الفوز العظيم (سورة النساء: 13)

“Barangsiapa taat kepada Allah dan Rasul-Nya, niscaya Allah memasukkannya kedalam syurga yang mengalir didalamnya sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya; dan Itulah kemenangan yang besar.” (QS. An-Nisaa’: 13)

Allah menyanjung orang yang beriman kepada Rasul baik dari ahli kitab, mereka diberi kabar gembira dengan dua pahala sebagaimana Firman Allah:

الذين آتيناهم الكتاب من قبله هم به يؤمنون ، وإذا يتلى عليهم قالوا آمنا به إنه الحق من ربنا إنا كنا من قبله مسلمين ، أولئك يؤتون أجرهم مرتين بما صبروا ويدرؤون بالحسنة السيئة ومما رزقناهم ينفقون (سورة القصص: 52 -54)

“Orang-orang yang telah Kami datangkan kepada mereka Al kitab sebelum Al Quran, mereka beriman (pula) dengan Al Quran itu. Dan apabila dibacakan (Al Quran itu) kepada mereka, mereka berkata: “Kami beriman kepadanya; sesungguhnya; Al Quran itu adalah suatu kebenaran dari Tuhan Kami, Sesungguhnya Kami sebelumnya adalah orang-orang yang membenarkan(nya). mereka itu diberi pahala dua kali disebabkan kesabaran mereka, dan mereka menolak kejahatan dengan kebaikan, dan sebagian dari apa yang telah Kami rezkikan kepada mereka, mereka nafkahkan.” (QS. Al-Qhasas: 52-54)

Nabi sallallahu’alaihi wa sallam bersabda:

ثلاثة يؤتون أجرهم مرتين رجل من أهل الكتاب آمن بنبيه وأدرك النبي صلى الله عليه وسلم فآمن به واتبعه و صدقه فله أجران

“Tiga golongan mereka diberi dua pahala. Seorang dari ahli kitab beriman kepada Nabinya dan mendapatkan Nabi Muhammad sallallahu’alaihi wa sallam lalu dia beriman, mengikuti dan membenarkannya. Maka dia mendapat dua pahala.”

Siapa yang tidak beriman kepada Rasul Muhammad sallallahu alaihi wa sallam maka dia kafir. Orang kafir balasannya adalah neraka sebagaimana firman Allah,

“Dan Barangsiapa yang tidak beriman kepada Allah dan Rasul-Nya Maka Sesungguhnya Kami menyediakan untuk orang-orang yang kafir neraka yang bernyala-nyala.” (SQ. Al-Fath: 13)

Nabi sallallahu alaihi wa sallam juga bersabda:

والذي نفس محمد بيده لا يسمع بي أحد من هذه الأمة يهودي ولا نصراني ثم يموت ولم يؤمن بالذي أرسلت به إلاَّ كان من أصحاب النار (رواه مسلم، رقم 154)

“Demi jiwa Muhamad yang ada ditangan-Nya. Tidaklah seseorang yang mendengarkan tentang diriku dari umat ini, baik Yahudi maupun Kristen kemudian dia mati tidak beriman dengan apa yang risalahku, melainkan dia temasuk penduduk neraka.” (HR. Muslim, no. 154)

Rasulullah sallallahu’alaihi wa sallam adalah manusia biasa, tidak mengetahui kecuali apa yang Allah beritahukan. Tidak mengetahui goib, tidak memiliki untuk diri dan orang lain celaka dan manfaat. Sebagaimana firman Allah:

قل لا أملك لنفسي نفعاً ولا ضراً إلا ما شاء الله ولو كنت أعلم الغيب لاستكثرت من الخير وما مسني السوء إن أنا إلاَّ نذير وبشير لقوم يؤمنون (سورة الأعراف: 188)

“Katakanlah: “Aku tidak berkuasa menarik kemanfaatan bagi diriku dan tidak (pula) menolak kemudharatan kecuali yang dikehendaki Allah. dan Sekiranya aku mengetahui yang ghaib, tentulah aku membuat kebajikan sebanyak-banyaknya dan aku tidak akan ditimpa kemudharatan. aku tidak lain hanyalah pemberi peringatan, dan pembawa berita gembira bagi orang-orang yang beriman”. (QS. Al-A’raf:188)

Allah telah mengutusnya dengan Islam agar Nampak di atas seluruh agama lainnya, “Dia-lah yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang hak agar dimenangkan-Nya terhadap semua agama. dan cukuplah Allah sebagai saksi.”(QS. Al-Fath: 28)

Tugas Rasul adalah menyampaikan apa yang diutus dan memberi hidayah lewat tangan Allah. “Jika mereka berpaling Maka Kami tidak mengutus kamu sebagai Pengawas bagi mereka. kewajibanmu tidak lain hanyalah menyampaikan (risalah).” (QS. As-Syura: 48).

Karena Rasulullah sallallahu’alaihi wa sallam mendapatkan keutamaan yang agung atas manusia lainnya. Dan berdakwah ke agama ini serta mengeluarkan dari kegelapan menuju cahaya. Maka Allah ampuni dosa-dosanya yang lalu maupun yang akan datang. Dan memerintahkan kepada kami untuk bershalawat kepadanya pada kondisi yang banyak. Allah berfirman:

إن الله وملائكته يصلون على النبي يا أيها الذين آمنوا صلوا عليه و سلموا تسليماً (سورة الأحزاب: 56)

“Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.” (QS. Al-Ahzab: 56)

Nabi sallallahu’alaihi wa sallalm telah berjihad dalam rangka menyebarkan agama ini. Begitu juga para shahabat berjihad bersamanya. Maka kita harus mencontoh dan mengikuti Sunnah dan berjalan atas petunjukkan. Seperti firman Allah subahanu,

“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan Dia banyak menyebut Allah.” (QS. Al-Ahzab: 21)

Islam adalah agama sesuai fitrah dan keadilan. Agama yang diridhai oleh Allah untuk seluruh manusia. Ia mencakup yang pokok dan cabang, adab, akhlak, ibadah serta muamalah. Umat ini tidak akan bahagia kecuali dengan mengikuti dan beramal dengannya. Dan Allah tidak menerima manusia agama selain Islam. Sebagaimana firman-Nya.

“Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, Maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu)daripadanya, dan Dia di akhirat Termasuk orang-orang yang rugi.” (QS. Ali Imran: 85)

Semoga shalawat dan salam tercurahkan kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana shalawat semoga tercurahkan kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji dan Maha Tinggi.

Dari kitab ‘Ushul Ad-Din Al-Islamy’ Karangan Syekh Muhammad bin Ibrahim At-Tuwaijiri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *