Hati-Hati! Penggunaan Tas Ransel dapat Menimbulkan Nyeri Punggung pada Anak Sekolah

Penulis : Dr. Hendra Sutysna, M.Biomed (Departemen Anatomi Histologi FK UMSU)

Dewasa ini, Tas jenis ransel sangat diminati oleh anak anak sekolah. Banyaknya peminat yang menggunakan tas ransel diyakini karena tas ini lebih praktis dan memiliki daya tampung yang lebih besar. Walaupun tas ransel banyak diminati, penggunaan tas ransel yang tidak sesuai dari segi desain, berat beban, maupun cara pemakaiannya memiliki dampak negatif yang cukup besar bagi anak sekolah karena dapat meningkatkan stres pada struktur tulang belakang anak yang sedang dalam masa pertumbuhan. Penggunaan ransel yang tidak sesuai dapat menyebabkan nyeri punggung, perubahan postur tubuh dan gayaberjalan dan jika dilakuan terus menerus dapat mengakibatkan perubahan yang bersifat irreversible. Nyeri punggung adalah penyakit yang banyak ditemukan di seluruh dunia. Pelajar yang membawa tas ransel paling berat mempunyai risiko yang lebih tinggi untuk menderita nyeri punggung dan juga untuk terjadinya kelainan patologi pada punggung. Kebanyakan pelajar sekolah membawa tas ransel melebihi berat yang direkomendasikan. Nyeri punggung prevalensinya sangat tinggi dan memiliki dampak besar pada lingkungan sosial dan individu. Garis pedoman yang telah dikembangkan dibanyak negara adalah bertujuan untuk meminimalkan kesan buruk dari berat tas terhadap anak sekolah. Kebanyakan garis pedoman merekomendasikan tas sekolah agar tidak melebihi 10% dari berat badan anak sekolah 10% dari berat badan telah dilaporkan sebagai batas beban yang tidakmenyebabkan fleksi pada batang tubuh dan penekanan yang dirasakan adalah pada anak sekolah usia 11 – 14 tahun. Hampir 50% dari anak sekolah membawa tas sekolah mereka selama lebih dari 30 menit dalam waktu sehari. Lama penggunaan tas sekolah yang berisiko untuk mengalami kejadian nyeri punggungbawah dikatakan apabila durasi waktu penggunaan melebihi 30 menit dalam satu hari.

 

Faktor resiko yang secara signifikan dapat menyebabkan nyeri punggung bawah, diantaranya adalah membawa tas punggung yang berat, konsumsi kopi, dan riwayat keluarga mengalami nyeri punggung bawah. Faktor risiko nyeri punggang belum sepenuhnya jelas. Faktor risiko yang paling sering dilaporkan untuk nyeri punggang adalah beban kerja fisik yang berat seperti mengangkat, posisi tubuh membungkuk, dan getaran seluruh tubuh.

Nyeri merupakan perasaan yang sangat subjektif dan tingkat keparahannya sangat dipengaruhi oleh pendapat pribadi dan keadaan saat nyeri punggung dan dapat sangat bervariasi dari satu orang ke orang lain. Perasaan subjektif nyeri pada punggung dapat berupa:

⦁ Sakit

⦁ Kekakuan

⦁ Kelemahan

⦁ Rasa kesemutan

 


Melalui sebuah penelitian yang bersifat analitik deskriptif oleh Dr.Hendra Sutysna,M.Biomed sebagai dosen Fakultas Kedokteran UMSU bersama mahasiswa FK UMSU saudara Alfi Syahri Pinem, melakukan pengamatan selama kurang lebih 6 bulan lamanya terhadap hubungan dari penggunaan tas ransel pada siswa Sekolah Dasar dengan kejadian nyeri punggung yang dilakukan pada siswa kelas V (lima) salah satu Sekolah Dasar di kota Medan pada tahun 2017, Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan bahwa siswa dengan berat tas yang paling banyak adalah kategori berat tas >10% dari berat badan dan paling banyak mengalami nyeri punggung bawah sebanyak 67,1%. Maka dari hasil analisa data, didapat kesimpulan bahwa terdapat hubungan antara berat dan lama penggunaan tas ransel dengan kejadian nyeri punggung pada siswa kelas V (lima) sekolah dasar. Dengan kata lain, penggunaan tas ransel yang tidak tepat baik dari sisi berat beban dan lamanya menggunakan tas ransel pada siswa sekolah dasar akan dapat menimbulkan kejadian nyeri punggung, dimana apabila kondisi tersebut dialami terus menerus berbulan bulan bahkan bertahun tahun maka dapat menyebabkan penyakit nyeri punggung yang irreversible. Terima kasih kami ucapkan kepada Fakultas Kedokteran UMSU dan juga SD Muhammadiyah 08 Medan yang telah memfasilitasi penelitian kami. Semoga hasil penelitian ini bermanfaat bagi masyarakat luas sehingga dapat memberikan informasi kepada seluruh orang tua agar lebih memperhatikan penggunaan tas sekolahnya agar sesuai dengan yang direkomendasikan para praktisi kesehatan demi kesehatan putra putrinya. “Sebaik-baik manusia adalah manusia yang bermanfaat bagi orang lain”(HR. Bukhari Muslim).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *