UMRAH PADA BULAN RAJAB

Di antara bid’ah dalam agama adalah apa yang dilakukan sebagian orang dengan mengkhususkan  umrah di bulan Rajab. Karena orang yang telah terkena kewajiban tidak diperkenankan  mengkhsususkan ibadah pada waktu tertentu kecuali ada  ajarannya dari agama.

Ibnu Al-Atthar, murid Imam Nawawi rahimahumallah berkata: “Di antara riwayat yang sampai  kepadaku dari penduduk Mekkah, semoga Allah menambahi kemuliaan, adalah kebiasaan memperbanyak umrah di bulan Rajab. Hal Ini tidak aku ketahui asalnya. Yang ada adalah hadits bahwa Nabi sallallahu alaihi wa sallam bersabda: “Umroh di bulan Ramadhan (pahalanya) setara dengan haji.”

Syekh Muhammad bin Ibrahim rahimahullah berkata dalam fatwanya, 6/131: ”Adapun mengkhususkan beberapa hari di bulan Rajab dengan berziarah (umrah) dan lainnya, hal itu tidak ada dasarnya. Sebagaimana telah dinyatakan oleh Abu Syamah dalam kitab Al-Bida’ wal Hawadits bahwa tidak boleh mengkhususkan ibadah pada waktu yang dikhusukan oleh agama. Karena tidak ada keistimewaan antara satu waktu apa saja dibanding waktu lainnya kecuali apa yang telah ditetapkan keutamaannya dalam, baik cabang di antara ibadah atau keutamaan semua amalan kebaikan di dalamnya dibandingkan di (bulan-bulan) lain. Oleh karena itu para ulama mengingkari pengkhususan bulan Rajab dengan memperbanyak umrah di dalamnya.”

Akan tetapi kalau seseorang pergi umrah di bulan Rajab tanpa ada keyakinan adanya keutamaan tertentu, tetapi sekedar bertepatan atau karena ada keluangan waktu untuk melaksanakannya , maka hal itu tidak mengapa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *