Kewajiban dan Larangan Ketika Ihrom

Bagi orang yang melakukan ihrom haji atau umroh diwajibkan hal berikut ini:

1.       Dia harus berkomitmen dengan apa yang diwajibkan Allah kepadanya dari syareat agamanya seperti shalat pada waktunya secara berjamaah

2.       Menjauhi apa yang dilarang oleh Allah kepadanya dari perkataan jorok, penghinaan dan berbuat maksiat. Berdasarkan firman Allah ta’ala, ‘Barangsiapa yang menetapkan niatnya dalam bulan itu akan mengerjakan haji, maka tidak boleh rafats, berbuat fasik dan berbantah-bantahan di dalam masa mengerjakan haji.’ SQ. Al-Baqoroh: 197

3.       Menghindari menganggu orang Islam dengan perkataan atau perbuatan di tempat syiar Islam atau yang lainnya

4.       Menghindari semua larangan-larangan ihrom

a.       Jangan mengambil sedikitpun dari rambut atau kukunya. Sementara mencabut duri atau semisalnya tidak mengapa meskipun sampai keluar darah

b.      Jangan memakai minyak wangi setelah berihrom di tubuh, pakaian, makanan dan minumannya. Jangan membersihkan dengan sabun yang berbau wangi. Sementara sisa bau wangi yang dipakai sebelum ihrom, tidak mengapa.

c.       Jangan membunuh binatang buruan

d.      Jangan menggauli istrinya

e.      Jangan bercumbu dengan penuh nafsu baik dengan sentuhan, ciuman atau selain dari itu

f.        Jangan melangsungkan akad nikah untuk dirinya, juga untuk orang lain. Jangan pula meminang untuk dirinya atau untuk orang lain

g.       Jangan memakai dua sarung tangan. Sementara membalut tangan dengan sobekan kain tidak mengapa

Ini adalah tujuh larangan untuk laki-laki dan perempuan.

Dan khusus untuk laki-laki adalah sebagai berikut

a.       Jangan menutupi kepalanya sampai menyentuhnya. Sementara bernaung dengan payung, atap mobil, tenda dan membawa barang tidak mengapa

b.      Jangan memakai gamis, surban, penutup kepala, celana, tidak juga khuf (kaos kaki dari kulit). Kecuali kalau dia tidak mendapatkan kain sarung, maka dia boleh mamakai celana. Atau kalau tidak mendapatkan sandal, maka boleh mamakai khuf.

c.       Jangan memakai yang semakna dengan yang disebutkan tadi. Jangan mamakai jubbah, kubah, topi, kaos dalam dan semisalnya

d.      Diperbolehkan memakai sandal, cincin, kaca mata, earphone. Diperbolehkan memakai jam di tangannya atau digantungkan di lehernya. Boleh memakai sabuk untuk menyimpan barang berharga

e.      Diperbolehkan membersihkan (badan) tanpa ada kandungan wewangian. Boleh mandi, menggaruk kepala dan badannya meskipun ada rambut yang jatuh tanpa sengaja, maka tidak ada apa-apa.

Sementara bagi wanita, tidak diperbolehkan memakai niqob yaitu yang dapat menutupi wajahnya. Ada lobang untuk kedua matanya. Jangan pula memakai burqu’ (semisal niqob). Sunnahnya tersingkap wajahnya kecuali kalau ada lelaki selain mahram yang melihatnya. Maka dia harus menutupnya waktu ihrom dan selain ihrom.

Silahkan melihat kitab ‘Manasik Al-Hajj Wal Umroh karangan Al-Albany. Dan kitab ‘Sifatul Hajji Wal Umroh’ dan kitab ‘Al-Minhaj Limuridil Umroh Wal Hajj’ karangan Ibnu Utsaimin rahimahumullah jamian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *