Macam-Macam Manasik Haji

Haji merupakan ibadah yang paling mulia, ketaan tertinggi. Ia salah satu rukun Islam yang mana Allah telah mengutus Muhammad sallallahu’alaihi wa sallam. Dimana seorang hamba belum sempurna agamaanya kecuali dengannya.

Dan ibadah tidak sempurna dalam mendekatkan diri kepada Allah dan tidak diterima kecuali dengan dua perkara,

Salah satunya adalah ikhlas kerena Allah Azza Wa Jalla. Dimana dimaksudkan hanya untuk Allah dan kehidupan akhirat. Tidak dimaksudkan riya’, sum’ah dan bagian dari dunia.

Kedua, mengikuti Nabi sallallahu’alaihi wa sallam baik ucapan maupun perbuatan. Mengikuti Nabi sallallahu’alaihi wa sallam tidak mungkin terealisasi kecuali dengan mengenal sunnahnya sallallahu’alaihi wasallam. Oleh karena itu bagi yang ingin beribadah kepada Allah dengan ibadah –haji atau lainnya- hendaknya belajar petunjuk Nabi sallallahu’alaihi wa sallam, agar amalannya sesuai dengan sunnah.

Manasik haji ada tiga macam, Tamattu’, Ifrod dan Qiron

Tamattu’ adalah dia berihrom untuk umroh saja di bulan-bulan haji (bulan-bulan haji adalah Syawwal, Dzulqoidah dan Dzulhijjah. Silahkan melihat di kitab As-Syarkh AL-Mumti’, 7/62). Ketika sampai Mekkah, towaf dan sa’I untuk umroh. Kemudian gundul atau memendekkan rambutnya dan bertahallul dari ihromnya. Ketika pada hari tarwiyah yaitu hari kedelapan Dzulhijjah, maka dia berihrom untuk haji saja. Dan melakukan semua (amalan) haji. Maka orang yang melakukan haji tamattu’ melakukan umroh secara sempurna dan melakukan haji secara sempurna.

Ifrod adalah berihrom untuk haji saja. Ketika sampai di Mekkah, malakukan towaf qudum, dan sa’I untuk haji. Tanpa menggundul atau memendekkan rambutnya. Dan tidak boleh tahallul dari ihromnya. Bahkan tetap dalam kondisi ihrom sampai tahallul setelah melempar Jumroh Aqobah hari Id. Kalau sa’I hajinya diakhirkan sampai setelah towaf haji (ifadhoh), maka tidak mengapa.

Qiron adalah berihrom dengan haji dan umroh bersamaan atau berihrom untuk umroh dahulu kemudian memasukan haji ke umroh sebelum memulai towaf (hal itu dengan meniatkan  bahwa towaf dan sa’inya untuk haji dan umroh). Pelaksanaan haji qiron sama dengan haji ifrod. Kecuali kalau haji qiron harus menyembelih hadyu sementara hai ifrod tidak ada hadyunya.

Manasik yang terbaik dari tiga macam ini adalah tamattu’. Yaitu yang diperintahkan Nabi sallallahu’alaihi wa sallam dan menganjurkannya. Sampai kalau seseorang melakukan ihrom dengan qiron atau ifrod, maka sangat ditekankan untuk merubah ihromnya ke umroh kemudian tahallul agar menjadi tamattu’. Meskipun hal itu setelah dia melaksanakan towaf qudum dan sai. Karena Nabi sallallahu’alaihi wa sallam ketika towaf dan sai waktu haji wada’ bersamanya para shahabat. (beliau) memerintahkan kepada orang yang tidak membawa hadyu untuk merubah ihromnya menjadi umroh dan memendekkan (rambut) kemudian bertahallul. Beliau mengatakan, ‘Kalau sekiranya saya tidak membawa hadyu, maka akan saya lakukan seperti apa yang saya perintahkan kepada kamu semua.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *